Kantor Berita Antara
Kerjasama Pimpinan Media Digital Indonesia

Menyeimbangkan dorongan infrastruktur dengan konservasi di Labuan Bajo


Pengembangan wisata alam dibatasi hanya di zona-zona ini

Infrastruktur dan fasilitas sedang dipasang di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya menjadikannya destinasi super premium yang akan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dunia selain orang kaya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang mengunjungi Labuan Bajo pada Januari dan Oktober tahun ini, telah menetapkannya sebagai salah satu dari 10 tujuan wisata prioritas utama, dengan tag Beyond Bali, bersama dengan Borobudur di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, dan Mandalika. di Nusa Tenggara Barat.

Indonesia dijadwalkan mengambil alih kursi kepresidenan G20 dan ketua ASEAN, dan pemerintah berniat mempersiapkan Labuan Bajo sebagai tempat berlangsungnya KTT G20 dan KTT ASEAN pada 2023.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mendesak hotel dan restoran di Labuan Bajo menerapkan protokol kesehatan berdasarkan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

Sertifikasi CHSE sangat penting bagi industri pariwisata, khususnya hotel dan restoran, untuk mendapatkan kembali kepercayaan wisatawan.

“Ini bertujuan untuk menawarkan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan saat mengunjungi destinasi yang menerapkan protokol kesehatan. Sertifikasi ini telah diselaraskan dengan organisasi pariwisata dunia, seperti UNWTO dan CTTI, serta Kementerian Kesehatan,” Kusubandio menjelaskan.

Dengan pembangunan yang sedang berlangsung, Taman Nasional Komodo telah menutup sementara resor wisata Loh Buaya, yang terletak di dalam Taman Nasional Komodo. Kawasan ini memiliki fasilitas bagi wisatawan, termasuk cottage, kafetaria, tempat berteduh, dan jalan setapak, dan telah menjadi lokasi yang populer untuk mengamati satwa liar.

Loh Buaya untuk sementara dirasa perlu ditutup untuk memungkinkan proses penataan kembali sarana dan prasarana wisata alam di pulau tersebut, tugas yang telah dipercayakan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara, dijelaskan pada tanggal 15 November 2020.

Selain itu, resor wisata tersebut telah ditutup sementara dari 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021 untuk meningkatkan pelayanan dan menjamin keamanan wisatawan, kata Nistyantara.

“Penutupan sementara ini akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan pembangunan infrastruktur wisata alam di Resort Loh Buaya, SPTN (Seksi Pengelolaan Taman Nasional) Wilayah I Pulau Rinca,” ujarnya.

Berdasarkan data Taman Nasional Komodo, Lembah Loh Buaya merupakan rumah bagi 60 ekor komodo. Dari 60 ekor komodo, setidaknya 15 ekor biasanya berkeliaran di sekitar lokasi pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung dan beberapa sudah terbiasa dengan keberadaan manusia.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memastikan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Taman Nasional Komodo sejalan dengan prinsip konservasi.

Pekerjaan konstruksi sedang dilakukan dengan sangat hati-hati, Wiratno, direktur jenderal konservasi sumber daya alam dan ekosistem kementerian, mencatat dalam sebuah pernyataan pada Oktober, 2020.

Sarana dan prasarana yang sedang dibangun di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terdiri dari dermaga, fasilitas penjaga pantai, geladak, dan pusat informasi, serta pondok untuk petugas, peneliti, atau pemandu. Wiratno berkomentar.

Truk, excavator, dan alat berat yang dibutuhkan untuk mengangkut material konstruksi digunakan dengan hati-hati, katanya.

“Untuk menjamin keselamatan dan perlindungan komodo serta pekerja, semua aktivitas pembangunan diawasi setiap hari oleh lima hingga 10 jagawana. Mereka secara intensif memantau keberadaan komodo, termasuk di bawah bangunan, bekas gedung, dan di bawah truk. membawa bahan, “komentarnya.

Tempat wisata lainnya di Pulau Komodo, Karang Makasar, Batubolang, Siaba, dan Mawan tetap dibuka untuk umum, termasuk untuk wisatawan.

Dalam beberapa tahun terakhir, populasi komodo meningkat hingga mencapai 3.022 pada 2019, menurut Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Pada 2018, total populasi Komodo berjumlah 2.897.

Sebagian besar populasi ini terkonsentrasi di pulau Komodo dan Rinca di Nusa Tenggara Timur, dengan otoritas hanya menemukan tujuh, 69, dan 91 komodo di tiga pulau tetangga masing-masing Nusa Kode, Gili Motang, dan Padar.

“Populasi komodo di Lembah Loh Buaya lima persen dari total populasi di Pulau Rinca atau 66 spesies. Populasi di Loh Buaya selama 17 tahun terakhir relatif stagnan dan sedikit meningkat selama lima tahun terakhir,” kata Wiratno. dalam pernyataannya.

Kontak minimal dengan manusia akan membantu melestarikan spesies tersebut, katanya. Meski ada aktivitas wisata di Lembah Loh Buaya seluas 500 hektare, sekitar 2,5 persen Pulau Rinca mencakup 20 ribu hektare.

Taman nasional yang dinyatakan sebagai cagar biosfer di bawah Program Manusia dan Biosfer UNESCO pada Januari 1977 ini memiliki luas 173.300 hektar, terdiri dari 33,76 persen daratan dan 66,24 persen perairan. Pada tahun 1991, taman nasional tersebut dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Dari total luas tersebut, 824 hektar atau 0,4 persen telah ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Darat dan 1.584 hektar atau 0,95 persen sebagai Kawasan Wisata Bahari.

“Pengembangan wisata alam dibatasi hanya di kawasan-kawasan tersebut. Ini bagian dari prinsip kehati-hatian yang diterapkan dalam rencana pengelolaan Taman Nasional Komodo,” kata Wiratno seraya menambahkan pembangunan sarana penunjang di kawasan itu sudah mencapai penyelesaian 30 persen. dan ditargetkan siap pada tahun 2021.

Namun, direktur eksekutif LSM lingkungan hidup Indonesia Walhi NTT, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi, sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah seharusnya hanya menyalurkan upayanya untuk melestarikan komodo dan ekosistemnya alih-alih membangun infrastruktur pariwisata, yang dapat merusak ekosistem.

Berita terkait: Pulau Komodo menerima 5.719 pengunjung pada Agustus-Oktober

Berita terkait: Menteri memastikan Taman Nasional Komodo mengikuti prinsip konservasi

Berita terkait: Taman Nasional Komodo membuka pendaftaran online untuk wisatawan

Leave A Reply

Your email address will not be published.