ANTARANEWS.co.id – Distribusi logistik Papua ke 29 distrik di Nduga terhambat. Terjadi baku tembak antara aparat TNI-Polri dengan kelompok bersenjata di sekitar Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga.

Baku tembak antara aparat keamanan dengan kelompok yang mengklaim diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi sejak pukul 08.00 WIT tadi pagi.

Kelompok-kelompok perlawanan itu dengan senjata terbatas, tapi mematikan. Sudah banyak korban berjatuhan baik dari orang sipil, aparat mau pun dari kelompok perlawanan itu sendiri.

Peristiwa penembakan itu juga terjadi pada Senin 25 Juni kemarin sekira pukul 09.45 WIT. Pesawat Twin Otter milik Trigana Air, yang mengangkut 18 Anggota BKO Brimob yang akan melakukan pengamanan Pilkada dibrondong tembakan KKSB hingga pilot Abdillah Kamil luka-luka terkena serpihan peluru.

Pesawat itu ditembak saat mendarat, dan setelah menghujani tembakan para KKSB langsung melarikan diri dan membantai warga sipil yang kebetulan tidak jauh dari lokasi bandara tersebut.

Kelompok Kriminal Bersenjata melepaskan (tembakan) dari atas gunung. Kelompok Sipil Bersenjata Papua yang menyebut diri sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan perang pada pemerintah Indonesia.

Ancaman kelompok perlawanan bersenjata, melekat julukan “daerah rawan” bagi Papua. Dengan julukan itu ada kesan bahwa ancaman hadir setiap detik dan di setiap jengkal tanah Papua.

Pasukan tentara dan kepolisian, dengan kewaspadaan tinggi, berjalan beriringan dengan senjata siap meletus. Tapi aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

baca juga: MATRA

 

Baca Juga:  Majalah Eksekutif Di Era Konvergensi Media, Online, E-magazine dan Fokus di Cetak (print)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.