ANTARANEWS.co.id – Istri Panglima TNI, ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa dengan terlaksananya event poco-poco di tingkat Internasional ini, tentu mata dunia tertuju pada Indonesia.

Pemecahan rekor dunia poco-poco, bertujuan untuk mempertegas potensi kekayaan budaya bangsa Indonesia, sehingga menutup peluang negara lain untuk mengklaim karya anak bangsa yang merupakan warisan budaya asli milik bangsa Indonesia.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua umum (Ketum) Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini (PWA), Nanny Hadi Tjahjanto.

Ibu Nanny mengatakan, selaku Penasehat Khusus dalam Kepanitiaan Guiness World Record Senam Poco-Poco Nusantara Tahun 2018, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Training Of Trainer Poco-Poco di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

“Secara tidak langsung, kita telah mensosialisasikan dan mempromosikan Asian Games 2018,” ujar perempuan yang bernama asli Nanik Istumawati, asli Singosari.

Nanny mengharapkan, kegiatan ini akan dikenal di seluruh penjuru dunia, dan ikut menyemarakan kegiatan akbar olah raga, yaitu Asian Games 2018.

Lebih lanjut dikatakan, untuk dapat memenuhi aturan dan standar yang telah ditetapkan oleh pihak Guinness World Of Records, maka dilaksanakan pelatihan untuk para instruktur ( training of trainer) guna meningkatkan kemampuan instruktur dalam melatih para peserta.

“Diharapkan, setelah selesai pelatihan para instruktur ini mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain, sehingga pada waktunya nanti kita siap memecahkan rekor dunia,” katanya kepada ratusan orang instruktur yang akan melatih ribuan penari.

“Pada pagi ini telah hadir 400 orang yang terpilih sebagai instruktur untuk melatih 10.000 personel TNI dari total 65.000 peserta lainnya. Untuk itu, saya ucapkan selamat atas kepercayaan dan amanah ini. Saya berharap pada Bapak dan Ibu para peserta pelatihan ini semua yang hadir di sini nantinya juga menjadi motivator bagi masyarakat sekitar menuju masyarakat yang sehat,” ujarnya.

Baca Juga:  Tahukah Anda Bedanya Cinema 21 dengan Bioskop XX1?

Nanny menghimbau, kepada seluruh peserta yang hadir untuk memanfaatkan sebaik-baiknya momen bersejarah ini, karena tidak semua masyarakat Indonesia terpilih menjadi instruktur senam poco poco.

“Kesuksesan Guinness World Of Records ini ada di tangan Ibu dan Bapak semua yang hadir disini. Untuk itu, manfaatkan waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya, dengan harapan akan dapat menampilkan yang terbaik pula nantinya,” jelas Ketua umum (Ketum) Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini (PWA).

baca juga: majalah MATRA edisi cetak (print) terbaru – klik ini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.