We are the first,” ujar Asri Hadi, pengurus organisasi BERSAMA di hari ulang tahun organisasi anti narkoba yang sudah ke 40 tahun. “We are the best,” demikian tokoh anti narkoba ini mengutip Komjen (Purn) Ahwil Lutan, Kepala BNN pertama.

Ahwil Lutan dalam kesaksiannya menyebut organisasi BERSAMA berdiri sebelum munculmya UU anti narkoba ada. Berdiri dengan dasar Bakolak Inpres, di saat presiden jaman itu Soeharto melihat bahaya narkoba mengancam Negara kita. Kala itu, diresmikan oleh ibu Tien Soeharto dan banyak jasanya.

Lebih lanjut Asri menambahkan, bahwa sejak jaman sebelum reformasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memang dikoordinir oleh Konsorsium yang bernama BERSAMA ini.

Membina, mengarahkan termasuk memberi bantuan kepada banyak sosok sosialpreneur yang peduli masalah bahaya madat atau bahaya narkoba. Dimana mereka, secara sukarela memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat. Tanpa mereka berpikir atau bertujuan keuntungan dari kegiatannya.

“BERSAMA dari awalnya sampai sekarang tetap konsisten melaksanakan program dan kegiatan pencegahan bahaya Narkotika di Indonesia. Bahkan sampai saat ini ada lebih 64 organisasi, yayasan ataupun profesi yang tergabung dalam organisasi BERSAMA,” kata pria yang menamatkan pendidikannya di Australia ini .

Asri Hadi, jurnalis yang juga termasuk sosialpreneur.

Di acara selamatetan itu, hadir sekitar 22 perwakilan organisasi yang hingga kini komitmen peduli akan bahaya narkoba serta berupaya mencegah penyebaran narkoba.

“Sedang kami tularkan, untuk setiap orang menjadi relawan dengan mengajak sepuluh orang lain bersih narkoba, termasuk tidak merokok. Dari orang-orang itu, kemudian merembet seperti MLM, mengajak sepuluh orang lain ke bawahnya,” ujar Putera Astaman, Ketua Umum BERSAMA.

Semua pengurus BERSAMA sepakat untuk mengingatkan semua unsur di masyarakat, agar terus peduli bahaya narkoba, seumur hidup dan berupaya menjadikan gerilyawan dan menghidupkan sejuta laskar anti narkoba.

Baca Juga:  Dibalik Catatan Tengah Derek Manangka, Ada Cerita Ia Ternyata Pendiri Koran Sindo

Organisasi BERSAMA konsisten untuk mencegah dan mendukung aparat penegak hukum. “Untuk mewujudkan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan Indonesia Bebas dari ancaman penggunaan obat terlarang Narkoba,” ujar Asri Hadi, yang juga merupakan Pemimpin Redaksi pendukung setia Jokowi.

Seruan Presiden bahwa Indonesia Darurat Narkoba harus tetap diaplikasikan dengan meningkatkan kewaspadaan akan ancaman penyelundupan Narkoba.

“Kita belum aman benar dari pasar potensial para bandar Narkoba. Mereka tetap mengincar Indonesia sebagai negara yang menjadi tujuan penyelundupan barang ini,” Asri Hadi mengingatkan di sela-sela acara Buka Puasa Bersama Ormas Anti Narkoba binaan BERSAMA.

Acara yang berlangsung di Restoran Safari, Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018) demikian guyub dan ajang berkangen-kangenan, diantara organisasi yang hadir juga ada perwakilan dari Badan Narkotika Nasional.

Tampak hadir Ketua Umum Ormas BERSAMA Putera Astaman, Ketua Harian BERSAMA Irjen Purn Pol Syafrizal serta para pendiri organisasi BERSAMA seperti ibu Kartakusuma, ibu Benny Moerdani.

Dalam kesempatan itu, penggiat dan relawan sosial mengajak kita semua bangga menjadi pejuang, penggiat anti narkoba.

“Kami memang mengundang khusus organisasi yang sejak dulu, sudah tercatat menjadi anggota BERSAMA. Ada program dari BERSAMA yang kekinian dan terus up to date mengikuti perkembangan jaman, yang terus bisa disinergikan,” ujar pria yang juga pejabat Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) ini.

Klik juga: HealthNews

1 KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.