ANTARANEWS.co.id –

Ramai diberitakan di media sosial, mengenai keputusan Surat Kabar Harian (SKH) Bernas pertanggal 1 Maret 2018, dinyatakan berhenti cetak atau migrasi total dalam bentuk online.

Serikat Perusahaan Pers (SPS) mencatat majalah dari 411 menjadi 194 dan tabloid dari 265 menjadi 133. Faktor utama adalah banyak media bangkrut karena kurang pendapatan.

Artinya, penyebab kematian media cetak adalah kemajuan teknologi yang membuat masyarakat lebih suka mendapat informasi gratis dari perangkat komunikasi, seperti ponsel.

Dimana kecenderungan pembaca muda tidak lagi membaca surat kabar. Majalah cetak yang tutup beberapa franchise, karena tak bisa bertahan hidup kelebihan beban operasional.

Menariknya, di tengah meredupnya media cetak, justru Majalah Eksekutif yang terbit sejak 1979 dan majalah MATRA justru mendapat keuntungan. Komiten terus hidup di cetak, membuat kedua media dengan segmen 40 tahun ke atas ini, semakin ringkas saingan.

Optimis terbit di cetak karena saingan semakin sedikit, sementara pembaca para tokoh dan penentu keputusan di rumah tangga dan republik ini masih senang memegang majalah versi cetak. “Itu yang menjadi segmen kami,” ujar S.S Budi Rahardjo Pemred Majalah MATRA dan CEO majalah eksekutif.

Media monitoring dan beberapa klien termasuk biro iklan banyak yang menelpon ke redaksi 021-2900-2770 dan hotline 0816-1945-288.

Mereka menanyakan media kit (harga iklan) untuk tampil di majalah eksekutif yang terbit sejak 1979.

Majalah eksekutif, bacaan pebisnis dan gaya hidup yang pada 2009 yang lalu mendapat anugerah dari Museum Rekor Indonesia sebagai majalah bisnis pertama di Indonesia.

Terus eksis di media cetak, walau juga tampil di e-magazine di beberapa lapak digital seperti Gramedia Digital, Higoapps dan Myedision, seperti juga majalah MATRA. Maka, majalah eksekutif terus hadir di print (cetak).

Baca Juga:  Istri Panglima TNI & Rekor Dunia Poco-Poco

Di tengah rumors “senjakala media cetak”, majalah eksekutif bersama majalah MATRA justru menekankan, akan terus eksis di cetak print. Tebukti oplag majalah bukan saja para perpustakaan yang berlangganan, tapi beberapa perpustakaan di kementrian justru minta berlangganan.

Mengembangkan www.eksekutif.id dan www.matranews.id, kini majalah MATRA dan majalah eksekutif terus berbenah dan berinovasi ke digital yang lain, tapi konsen di cetak tetap yang utama. Cetak tetap menjadi tulang punggung pendapatan, bukan di digital yang pasarnya sudah crowded.

Di bawah payung manajemen baru Jojomedia Corporation, (PT Usaha Konvergensi Media) pada 2017 yang lalu berhasil melakukan akuisisi online. Ada beberapa online yang sekarang diambil alih manajemen.

PT Usaha Konvergensi Media (UKM) terus melakukan standarisasi, filterisasi, serta positioning menjadi startup yang kompetitif. Khususnya kepada media cetak yang ingin masuk konvergensi media.

“Pembaca majalah eksekutif dan MATRA adalah orang-orang mapan, yang berusia 40 tahun ke atas. Mereka masih senang memegang majalah print (cetak), mereka mengeluh, lelah matanya, jika membaca lewat hape atau tablet digital,” ujar S.S Budi Rahardjo yang juga Ketua Asosiasi Media Digital serta Forum Pimpinan Media Digital Indonesia.

Dengan dasar itu, majalah MATRA dan majalah eksekutif majalah menjadi referensi di sejumlah perpustakaan Universitas dan Akademi. Mereka sengaja berlanganan dan minta dikirim yang cetak, walau e-magazine bisa tersedia dengan mudah.

Inilah yang disebut era digital, tapi majalah cetak justru menjadi ekslusif dan diminati banyak tokoh. Posisi majalah eksekutif dan MATRA diterima di kalangan pengusaha dan pengambil keputusan di republik ini.

Isi bacaan yang tidak dimiliki oleh media sejenis, berupaya menghadirkan analisa yang diharapkan menjadi inspirator bagi dunia ekonomi dan bisnis yang ada di Indonesia dan Internasional. Majalah eksekutif juga mengupas tokoh, serta memberikan uraian yang khas, seperti investigasi dan liputan khusus .

Baca Juga:  ICSF General Discussion Perlu Dilibatkan Oleh Pemerintah

Baik majalah eksekutif dan MATRA, menyajikan Liputan dan Gaya Hidup khususnya pebisnis juga kaum pria trendy. Lebih kritis dan mendalam untuk setiap berita yang ditampilkan. Analisa lebih jernih, karena tidak terkontaminasi kepentingan.

Selalu mengikuti etika dan aturan main jurnalistik. Senantiasa inovatif dalam penyajikan, baik redaksional maupun disain.

Redaksi/Iklan: Jl Ampera Raya no 59, Kemang Jakarta Selatan.

Jika Anda ingin bekerjasama? silahkan hubungi Wa: 0816-1945288

baca edisi cetak: klik

atau klik ini

1 KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.