ANTARANEWS.id – Indonesia mengalahkan Maladewa dalam satu-satunya pemilihan untuk memperebutkan kursi di Dewan Keamanan PBB mulai 1 Januari mendatang.

Indonesia akhirnya terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB. Ini adalah kali keempat Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Merujuk pada situs PBB, Indonesia sudah 4 kali terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB:
1973-1974; 1995-1996; 2007-2008 dan 2019-2020 (terbaru)

Dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB yang dilangsungkan di New York, Jumat (8/6/2018), Indonesia mendapat 144 suara dari 193 negara anggota PBB.

Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa Bangsa ke-60 pada tanggal 28 September 1950. Artinya Indonesia kembali menjadi anggota Dewan Keamanan PBB setelah 68 tahun menjadi anggota.

Bersama dengan Afrika Selatan, Republik Dominika, Jerman dan Belgia, Indonesia akan menjalankan tugas sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk tahun 2019 dan 2020.

Setiap kandidat negara memerlukan sedikitnya dua pertiga dari total suara yang masuk untuk dapat menempati kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan.

Ada 190 dari total 193 anggota PBB memberikan suaranya dalam pemilihan kali ini.

Setiap kandidat negara mewakili regional masing-masing. Indonesia dan Maladewa bersaing untuk menjadi wakil kawasan Asia Pasifik.

Indonesia akhirnya terpilih setelah unggul dari Maladewa yang hanya memperoleh 46 suara.

Setiap regional memiliki aturan tersendiri dalam menentukan kandidat negara untuk maju dalam pemilihan anggota Dewan Keamanan.

Uni Afrika sepakat kali ini memberikan kursinya di Dewan Keamanan pada Afrika Selatan dan dalam pemungutan suara mendapat 183 suara.

Presiden Majelis Umum PBB, Miroslav Lajcak mengumumkan hasil pemungutan suara yang berlangsung secara rahasia.

Dewan Keamanan memiliki lima anggota tetap dan 10 anggota yang dipilih majelis untuk masa jabatan dua tahun. Lima negara dipilih sebagai anggota tidak tetap setiap tahun.

Baca Juga:  Sinar Mas Menjawab Penghindaran Kewajiban Pajak

Memenangkan kursi di Dewan Keamanan merupakan puncak pencapaian bagi banyak negara, karena hal ini memberi mereka suara yang kuat dalam banyak hal yang terkait dengan perdamaian dan keamanan internasional.

baca juga: Majalah eksekutif edisi Juni 2018 (klik ini)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.