ANTARANEWS.co.id — Sikap Partai Bulan Bintang (PBB) sementara ini menempatkan diri di tengah, belum mendukung Prabowo-Sandi, atau mendukung Jokowi-Kiyai Ma’ruf.

Hal ini, menuai banyak kecaman di medsos.

Ternyata, sikap PBB itu sejalan dengan ulama yang menyelenggarakan ijtimak di Jakarta jelang pencapresan dua minggu lalu.

Sikap Yusril yang masih berada di tengah begitu banyak dikecam seolah PBB tidak manut (patuh) pada ulama.

“Lha, kami ini Partai Islam. Kalau tidak manut sama ulama, manut sama siapa lagi? Masa kami manut sama orang yang teriak-teriak di medsos” kata Yusril kepada ANTARANEWS (Sabtu 10/8/2018).

Ijtimak ulama, tambah Yusril, memutuskan mendukung Prabowo sebagai Capres dan salah satu dari dua ulama, Ustad Abdul Samad dan Habib Salim Segaf Aljufri sebagai Cawapres.

Yusril menegaskan, apa yang diputuskan oleh partai-partai koalisi keumatan yang tidak pernah ngajak PBB untuk musyawarah, justru bukan ulama, melainkan Sandiaga Uno, seorang pengusaha.

“Karena yang dipilih bukan ulama, ya PBB tunggu dulu, bagaimana petunjuk ulama yang berijtimak di Hotel Peninsula itu. Kan mereka yang memutuskan” demikian Yusril, yang selama ini kerap menjadi pengacara para ulama.

Ketika sedang menunggu, Yusril  tidak henti-henti digempur dari kiri-kanan, mengapa “netral” dan tidak segera umumkan mendukung Prabowo-Sandi.

“Malah, ada yang menuduh saya mengkhianati komando para ulama. Lha, yang berkhianat tidak memilih pendamping Prabowo adalah seorang ulama, siapa? Memang saya?” tanya Yusril.

Dirinya merasa tidak ikut-ikutan dan samasekali tidak pernah diajak bicara oleh partai2 koalisi keumatan itu.

Hari Sabtu sore 10/8/2018 ini banyak pihak terperangah, setelah Habibina Muhammad Rizieq Syihab dengan tegas meminta segera diadakan Ijtimak Ulama Jilid II.

Ijtimak Ulama Jilid II untuk memutuskan, apakah para ulama dapat menerima keputusan partai-partai koalisi keumatan dan juga keputusan Prabowo Subijanto.

Baca Juga:  Refleksi Polisi Di hari Ulang Tahunnya

Prabowo yang memilih seorang pengusaha, Sandiaga Uno menjadi wakilnya, bukan ulama sebagaimana diputuskan okeh Ijtimak Ulama Jilid I.

Sementara pada kubu sebelah, Jokowi, yang tidak dikomando ulama manapun, malah memilih seorang ulama, KH Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Rais Am PB NU.

Terlepas dari kontroversi tentang Kiyai Ma’ruf Amin, Yusril balik bertanya “siapa di antara umat Islam Indonesia yang berani mengatakan bahwa Kiyai Ma’ruf Amin bukan ulama?”.

Kalau kita sepakat bahwa Kiyai Ma’ruf Amin adalah ulama dan beliau kini menjadi calon Presidennya kubu Jokowi, maka bagaimana umat harus bersikap?

Ijtimak Ulama Jilid I memutuskan, mendukung Prabowo sebagai Presiden dan salah satu dari dua ulama sebagai wakilnya. Tetapi, keputusan itu tidak ditaati.

Sementara Jokowi yang tidak disuruh oleh ulama manapun, malah memilih ulama menjadi cawapresnya.

“Saya berharap Ijtimak Ulama Jilid II dapat menjernihkan dan menjawab pertanyaan ini,” ujar Yusril.

Masih menurut Yusril, Ijtimak Ulama Jilid II memang dilematis.

Kalau ada ijtihad baru yang membatalkan keputusan semula, yakni memberikan legitimasi kepada Prabowo yang telah memutuskan memilih bukan ulama menjadi Cawapresnya.

Maka, para ulama harus menunjukkan dengan jelas rujukan nash syar’i yang menjadi dasar keputusannya.

“Salah-salah mengambil keputusan, bisa menyebabkan merosotnya wibawa ulama di mata umat,” Yusril mengingatkan.

Dalam konteks itulah, jika belum ada keputusan Ijtimak Ulama Jilid II, PBB kini berada di tengah. Ini sesuai dengan tausiyah Habibina Muhammad Rizieq Syihab.

PBB juga memohon kejelasan keberadaan Ulama Kiyai Ma’ruf Amin yang kini sudah resmi menjadi cawapresnya Jokowi.

Mengenai hasil dari Ijtimak Ulama Jilid II, Yusril mewakili PBB mengatakan,  tidak akan mendukung Jokowi sebagai capres 2019.

Baca Juga:  DR. H. Saefullah, M.Pd Sekda Provinsi DKI Jakarta Opening Launching Program Bank Sampah LPBI NU

“Kami, PBB manut kepada para ulama” kata Yusril mengakhiri keterangannya.

baca juga: Relawan Eksekutif

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.